TEL AVIV, KOMPAS. com – Sebanyak 40 orang tewas ketika Israel menggelar serangan udara yang menyasar pos militer dan gudang senjata di timur Suriah.

Berdasarkan masukan Observasi Suriah untuk HAM, itu adalah serangan udara paling mematikan yang dilakukan Tel Aviv sejak 2018.

Organisasi pemantau perang di Suriah itu menyuarakan, Tel Aviv melancarkan 18 serbuan udara mulai dari Deir Ezzor hingga perbatasan Irak.

Baca juga: Israel Kembali Serang Suriah, Beberapa Rudal Dijatuhkan Melalui Serangan Udara

Serangan semalam kurang itu dilaporkan membunuh sembilan prajurit Suriah, dan 31 milisi aneh yang belum diketahui kewarganegaraannya.

Milisi yang diserang tersebut bagian dari Hezbollah dan Brigade Fatimiyah, milisi Afghanistan pro-Iran, dengan beroperasi di sana.

Beberapa hari sebelum serangan, Bagian Fatimiyah disebut mengangkut senjata keluaran Iran dari Irak ke timur Suriah.

Kawanan Observasi untuk HAM Suriah mengadukan, senjata itu disimpan di gudang yang dibombardir oleh jet menyerbu Israel.

Diwartakan AFP Rabu (13/1/2021), Tel Aviv sama sekali tidak memberikan komentar membantah atau mengiyakan kabar tersebut.

Ketua Observasi Rami Abdul Belas kasih menyatakan, serangan ini adalah serbuan udara yang paling mematikan semenjak Juni 2018.

Baca juga: Serangan Udara Menyerbu Pesta Pernikahan di Mali, 20 Orang Tewas

Saat itu, jet tempur Israel juga menembakkan rudal di tempat yang serupa, membunuh 55 milisi pro-Damaskus.