WASHINGTON DC, KOMPAS. com semrawut Presiden Donald Trump telah memberitahu penasihat kebijakan asing negerinya bahwa mereka dapat menyelenggarakan apa pun terhadap Iran, tapi melarang “memulai Perang Dunia III”.

Pejabat pemerintahan mengutarakan kepada The Daily Beast bahwa pemimpin akan meninggalkan Gedung Putih tersebut telah menyerahkan kewenangan dalam menjemput keputusan terhadap Iran, kepada Gajah Luar Negeri Mike Pompeo dan anggota lainnya di Gedung Putih.

Para pejabat mengucapkan bahwa presiden AS telah meluluskan wewenang kepada Pompeo dan pejabat yang lain untuk memberikan kesibukan apa pun yang mereka bakal kepada Iran sebelum masa keperesidenannya berakhir.

Baca juga: Presiden Trump Rencanakan Beri Pengampunan Hukum untuk Bani, Menantu, dan Pengacara Pribadinya

Namun, dengan daftar, yaitu melarang untuk memulai “Perang Dunia III”, sebagaimana yang dilansir dari The Independent pada Jumat (4/12/2020).

Presiden dari Partai Republik ini secara pribadi telah terlibat dalam pendekatan “tekanan maksimum” pemerintah terhadap Iran sejak 2016.

Trump menyerahkan berbagai macam sanksi terhadap Iran dan memerintahkan pembunuhan jenderal tertingginya, yaitu Qassem Soleimani pada 3 Januari 2020, menurut laporan Business Insider.

Sejak pemilu AS 3 November, Trump telah berusaha merusak hubungan AS secara Iran lebih jauh, setelah dilaporkan bahwa presiden terpilih, Joe Biden, akan mengambil pendekatan yang bertambah halus dengan Iran.

Baca juga: Donald Trump: Sampai Jumpa Empat Tahun Lagi

Biden dikabarkan akan mengembalikan keterlibatan AS di kesepekatan nuklir antara Iran secara kekuatan negara lainnya di dunia, yang mana AS telah memikat diri di bawah pemerintahan Trump, pada 2018.

Lalu, ia diperkirakan akan menawarkan tumpuan keuangan negara sebagai imbalan atas pembatasan kegiatan nuklir.

Pada awal November, Trump bertanya kepada para pembantu utamanya apakah AS dapat menyerang situs nuklir utama Iran, ketika dia membuktikan untuk menyalakan kembali ketegangan pada wilayah tersebut, menurut The New York Times.