Washington DC porakporanda

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dilaporkan tidak menutup pajak penghasilan selama 10 tahun dari 15 tahun terakhir. Trump pun merasa tersindir dan menyebut laporan itu sebagai berita tiruan.

Seperti dilansir Channel News Asia , Senin (28/9/2020), hal tersebut dilaporkan oleh media terkemuka AS, The New York Times (NYT), yang mengutip data pengembalian pajak Trump selama lebih dari 20 tahun belakang. Menurut laporan NYT, Trump selalu hanya membayar US$ 750 (Rp 11, 2 juta) pada tarikh 2016, tahun pertamanya di Gedung Putih.

Tidak cuma itu, NYT juga melaporkan bahwa Trump tidak membayar pajak pendapatan sama sekali selama 10 tahun dari 15 tahun sebelumnya karena dia mengadukan kehilangan lebih banyak uang daripada yang dia hasilkan.

Trump langsung merasakan tersindir. Dalam tanggapannya, Trump menyanggah laporannya dan menyebutnya sebagai ‘berita yang benar-benar palsu’.

“Pertama-tama, saya telah membayar penuh dan saya telah membayar penuh pajak pendapatan juga… Itu seluruh akan diungkap, ” tegas Trump dalam tanggapannya.

Kepala AS tidak diwajibkan oleh lembaga untuk merilis informasi detail perkara keuangan pribadi mereka. Namun di setiap Presiden AS sejak Richard Nixon telah mengungkapkan informasi keuangan mereka ke publik.