Jakarta

Arab Saudi membuka wilayah udaranya untuk penerbangan rute Uni Emirat Arab (UEA)-Israel. Otoritas India melaporkan lebih 83 ribu kasus virus Corona (COVID-19) dalam sehari di wilayahnya.

Otoritas penerbangan sipil Saudi dilaporkan mengabulkan permintaan UEA untuk mengizinkan penerbangan komersial menuju ke UEA dan yang berangkat daripada UEA ke seluruh negara, melewati wilayah udara Saudi. Izin tersebut juga berlaku untuk penerbangan rute UEA-Israel, yang baru saja menormalisasi hubungan.

Sementara tersebut, Kementerian Kesehatan India mencatat 83. 883 kasus Corona dalam 24 jam terakhir di wilayahnya. Angka tersebut mencetak rekor baru untuk tambahan kasus harian tertinggi pada dunia atau secara global. Rekor itu sebelumnya dicetak India di Minggu (30/8) lalu, dengan 78. 512 kasus Corona sehari.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita global yang menarik perhatian pembaca detikcom , hari tersebut, Kamis (3/9/2020):

– Terjadi Lagi, Polisi AS Tembak Mati Pria Kulit Hitam di Washington DC

Penembakan warga kulit hitam oleh polisi Amerika Serikat (AS) kembali terjadi. Seorang pria keturunan Afrika-Amerika yang baru berusia 18 tahun ditembak mati oleh polisi di Washington DC.

Seperti dilansir AFP , Kamis (3/9/2020), penembakan pada Washington DC itu terjadi di dalam Rabu (2/9) waktu setempat, saat polisi menindaklanjuti sebuah informasi perkara senjata api yang disembunyikan pada dalam sebuah kendaraan.

“Ketika mereka (polisi-red) mendekati organ itu, beberapa diantara kita di dalam organ melarikan diri dengan berlari. Lupa satu petugas (polisi-red) menembakkan senjata api mereka, ” tutur Kepala Kepolisian Washington DC, Peter Newsham, dalam konferensi pers.

“Kami mendapati apa yang kami yakini sebagai seorang pria dewasa yang dibawa ke rumah melempem setempat dan dinyatakan meninggal negeri, ” imbuhnya.

– Republikan Kritik Ketua DPR AS yang Nyalon Saat Pandemi Corona

Golongan Republik mengkritik Ketua House of Representatives (HOR) atau DPR Amerika Serikat (AS), Nancy Pelosi, yang ketahuan pergi ke sebuah salon di San Francisco di sedang pandemi virus Corona (COVID-19). Kunjungan Pelosi ke salon yang terekam CCTV itu melanggar aturan pemisahan Corona di kota tersebut.

Seperti dilansir Reuters dan Associated Press , Kamis (3/9/2020), Pelosi yang berasal sejak Partai Demokrat itu menyebut dirinya telah dijebak. Dia mengakui dirinya diberitahu bahwa salon di San Francisco diperbolehkan menerima pelanggan masa pandemi Corona.

“Saya bertanggung jawab karena mempercayai kata-kata dari sebuah salon di lingkungan sekitar yang telah saya kunjungi selama bertahun-tahun, dan ketika itu mengatakan… kami bisa mengakomodasi mulia orang pada satu waktu, dan bahwa kita bisa mengaturnya pada saat itu, saya mempercayai itu. Ternyata itu adalah jebakan, ” perkataan Pelosi kepada wartawan di San Francisco.