Jakarta

Pemerintah Turki memberikan reaksi keras terhadap perjanjian damai antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel. Turki menyatakan bahwa sejarah tidak akan melupakan & tidak akan pernah memaafkan ‘perilaku munafik’ UEA dalam menyepakati normalisasi hubungan dengan Israel.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (14/8/2020), Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan bahwa rakyat dan pemerintah Palestina sudah benar untuk bereaksi keras terhadap perjanjian damai antara UEA dan Israel itu.

“Sejarah dan hati nurani rakyat di kawasan tersebut tidak mau melupakan dan tidak akan sudah memaafkan perilaku munafik UEA, dengan mengkhianati perjuangan Palestina demi relevansi yang dangkal, ” demikian penjelasan Kementerian Luar Negeri Turki.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita global yang menarik perhatian pembaca detikcom , hari ini, Jumat (14/8/2020):

– China Temukan Virus Corona pada Makanan Beku Impor, Itu Kata WHO

Dua kota di China telah menemukan jejak virus Corona dalam kargo makanan beku impor. Temuan ini telah dilaporkan meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meremehkan efek virus memasuki rantai makanan.

Seperti dilansir dari Reuters dan Channel New Asia, Jumat (14/8/2020), sampel yang diambil sebab permukaan sayap ayam beku yang diimpor dari Brasil ke praja Shenzhen di China, serta contoh kemasan luar dari udang beku Ekuador yang dijual di Xian, telah dites positif terkena virus, kata otoritas China setempat.

Otoritas Shenzhen mengidentifikasi mandung tersebut berasal dari pabrik yang dimiliki oleh Aurora, eksportir angsa dan babi terbesar ketiga pada Brasil.

Ketika peristiwa COVID-19 yang dikonfirmasi terus meningkat secara global, penemuan tersebut meningkatkan kekhawatiran baru bahwa virus Corona dapat menyebar ke permukaan dan memasuki rantai makanan. Sehari sebelumnya, para pejabat mulai menyelidiki apakah kasus COVID-19 pertama di Selandia Baru dalam lebih dari 3 bulan diimpor dengan angkutan barang.

– Dokter-dokter Korea Selatan Mogok Kerja Zaman Kasus Corona Melonjak

Para dokter di Korea Selatan (Korsel) melakukan aksi lumpuh kerja selama sehari penuh untuk memprotes rencana pemerintah soal pelatihan lebih banyak dokter-dokter baru. Dalam aksi ini, sekitar seperempat klinik medis di Korsel tutup sepanjang Jumat (14/8).

Kelakuan mogok kerja ini digelar saat Korsel mengalami lonjakan kasus virus Corona (COVID-19) dalam 24 jam terakhir.