Kairo

Otoritas Mesir membuka kembali penerbangan internasional dan tujuan wisata utama, termasuk Piramida Agung Giza, mulai Rabu (1/7) waktu setempat. Pembukaan dilakukan setelah penutupan selama tiga bulan imbas dari pandemi virus Corona (COVID-19).

Seperti dilansir Reuters , Kamis (2/7/2020), Mesir menutup bandara buat penerbangan internasional dan menutup situs-situs bersejarah yang terkenal sejak rata-rata Maret, saat pemerintah berupaya tulang membatasi penyebaran virus Corona.

Kebijakan tersebut membuat industri pariwisata di Mesir terhenti tatkala. Pemerintah menyebut industri pariwisata berkontribusi 5 persen bagi perekonomian. Tetapi para pakar menyebut kontribusi wisata bagi perekonomian mencapai 15 obat jerih jika menghitung pekerjaan dan investasi tidak langsung terkait wisata.

Pada keadaan pertama pembukaan, menurut Reuters, kurang pengunjung terlihat mendatang Piramida Giza. Jumlah masih lebih kecil dibanding situasi normal sebelum pandemi Corona merajalela.

“Ini tempat yang indah, di sini kita melihat simbol Mesir dan inilah kenapa kita datang ke sini, ” ucap seorang turis bertanda Ravalonandrasana Maurice.

Sementara itu, sekitar 16 penerbangan sudah lepas landas dari Bandara Internasional Kairo pada Rabu (1/7) masa setempat. Dua terminal kedatangan dalam bandara tersebut masih kosong pada pagi hari, namun layar pengumuman menunjukkan empat jadwal penerbangan akan tiba dari Toulouse, Kuwait, Tunis dan Amman.

Gajah Pariwisata dan Urusan Barang Klasik, Khaled al-Anany, menyatakan bahwa dua pesawat charter di pada Rabu (1/7) pagi dari bandara-bandara dalam Sinai Selatan dan Laut Abang dengan membawa turis dari Ukraina.

Provinsi-provinsi tersebut beriringan dengan kawasan Pantai Laut Abang juga Marsa Matrouh di Mediterania diperbolehkan buka kembali karena merekam sedikit kasus Corona. Sejauh itu, total 68. 311 kasus Corona terkonfirmasi di Mesir, dengan dua. 953 kematian.

(nvc/ita)