Melbourne

Negara bagian Victoria di Australia melaporkan tambahan kasus virus Corona (COVID-19) harian tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir. Negeri bagian dengan penduduk terpadat ke-2 di Australia ini tengah mempertimbangkan untuk memberlakukan kembali langkah pembatasan social distancing.

Seperti dilansir Reuters , Senin (29/6/2020), sementara negara bagian dan daerah lain belum melaporkan angka terbaru, negara bagian Victoria mendeteksi 75 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Angka ini tercatat sebagai tambahan kasus harian tertinggi di Australia sejak 11 April morat-marit.

Jumlah kasus anyar yang terus naik semakin mendatangkan kekhawatiran soal datangnya gelombang kedua virus Corona di Australia setelah beberapa pekan terakhir, Australia mengadukan tambahan kasus di bawah 20 per hari.

Dengan melonjaknya kasus gres Corona, negara bagian Victoria menjemput kebijakan tes Corona massal. Besar kesehatan setempat, Brett Sutton, membuktikan bahwa negara bagian ini menetapkan menerapkan kembali pembatasan social distancing.

“Mengubah aturan asas adalah hal yang harus kita pertimbangkan karena kita harus melakukan apapun yang diperlukan untuk menelungkupkan keadaan, ” ucap Sutton kepada wartawan di Melbourne, saat menyambut pertanyaan soal penerapan kembali lockdown lokal.

Pekan berantakan, otoritas negara bagian Victoria mengerahkan ambulans dan pusat tes Corona mobile untuk memeriksa sebagian tinggi warga di 10 hotspot penularan Corona. Namun beberapa warga menentang tes swab pada tenggorokan & hidung secara sukarela ini. Dominasi negara bagian Victoria berharap kalau tes air liur, yang tidak terlalu mengganggu, akan membuat lebih banyak orang terdorong untuk menjalani ulangan, meskipun itu sedikit kurang saksama.

“Kami pikir tersebut akan memainkan peran dalam menguatkan pemeriksaan di seluruh negara bagian. Populasi yang rentan atau bagi orang-orang yang bermasalah dengan tes swab tenggorokan, seperti anak-anak atau individu lain, merasa itu lebih dapat diterima, ” ucap Eksekutif Institut Doherty, Profesor Sharon Lewin, yang mengembangkan tes air liur.

Data penghitungan Johns Hopkins University (JHU) mencatat total 7. 693 kasus Corona pada wilayah Australia, dengan 104 maut.

(nvc/ita)