Kentucky

Bagian kepolisian Metro Louisville di Kentucky, Amerika Serikat (AS) telah memecat seorang petugas polisi yang terkebat dalam kasus penembakan Breonna Taylor. Keputusan ini keluar lebih daripada tiga bulan usai wanita jangat hitam berusia 26 tahun tersebut terbunuh di rumahnya.

Seperti dilansir The Associated Press (AP), Rabu (24/6/2020) sebuah surat pemberhentian tugas tersebut telah dikirim ke polisi Brett Hankison yang berperan kasus ini.

Surat yang dirilis oleh departemen kepolisian kota di Selasa (23/6) itu mengatakan Hankinson melanggar prosedur dengan menunjukkan “ketidakpedulian yang ekstrem terhadap nilai kesibukan manusia” ketika ia “ceroboh serta membabi buta” menembakkan pistolnya 10 kali ke apartemen Taylor di bulan Maret lalu. Surat itu juga mengatakan Hankison, yang berkulit putih, melanggar aturan untuk tak menggunakan kekuatan mematikan.

Taylor ditembak delapan kali sebab petugas yang menyerbu rumahnya pada Louisville menggunakan surat perintah, tetapi tidak mengetuk pintu selama penyelidikan narkotika 13 Maret. Surat order untuk menggeledah rumahnya terkait dengan tersangka yang tidak tinggal di sana, dan tidak ada obat yang ditemukan di dalamnya.

Surat perintah penggeledahan tanpa mengetuk pintu, yang memungkinkan polisi untuk masuk tanpa terlebih awal mengumumkan keberadaan mereka, baru-baru itu dilarang oleh Dewan Metro Louisville.