Teheran

Otoritas Iran mengadukan bahwa total kasus virus Corona (COVID-19) di wilayahnya telah melampaui angka 200 ribu. Laju transmisi virus Corona di Iran kembali meningkat, setelah sempat mencapai tangga terendah beberapa waktu lalu.

Seperti dilansir AFP , Jumat (20/6/2020), pakar bicara Kementerian Kesehatan Iran, Sima Sadat Lari, melaporkan 2. 615 kasus baru dalam 24 tanda terakhir. Tambahan ini menjadikan mutlak kasus virus Corona di Iran mencapai 200. 262 kasus.

Dengan angka tersebut, Iran berada di peringkat 10 buat negara dengan total kasus Corona terbanyak di dunia. Disebutkan Lari bahwa tambahan kasus ini menjelma ‘refleksi dari kerja sama (rakyat Iran) dalam 2-4 pekan terakhir’. Dia kembali mengimbau warga Iran untuk mematuhi protokol kesehatan dan aturan social distancing.

Lari juga mencanangkan bahwa Iran mencatat 120 janji dalam sehari. Total kematian kelanjutan virus Corona di Iran sekitar ini mencapai 9. 392 orang.

Diketahui bahwa jumlah kasus Corona di Iran balik mengalami kenaikan sejak awal Mei, saat Iran mencapai angka terendah selama dua bulan. Namun ada keraguan di dalam negeri maupun luar negeri soal data formal yang dilaporkan otoritas Iran, dengan angka sebenarnya diyakini jauh bertambah tinggi.

Enam lantaran 31 provinsi di Iran, yaitu Bushehr, Hormozgan, Kermanshah, Kurdistan, Sistan dan Baluchistan, dan West Azerbaijan, kini diklasifikasikan sebagai zona ‘merah’ — level tertinggi dalam skala risiko penularan Corona di Iran. Pada Kamis (18/6) waktu setempat, hanya 5 provinsi yang menyelap zona merah.

Sebagai upaya untuk menghentikan penyebaran virus Corona, otoritas Iran memberikan kewenangan kepada otoritas masing-masing provinsi untuk memberlakukan kembali langkah-langkah pembatasan. Pemangku Menteri Kesehatan, Hossein Erfani, menyatakan Iran akan menerapkan ‘social distancing dinamis’.

Langkah itu, sebut Erfani, memampukan ‘setiap daerah untuk mengambil keputusan sendiri’ terpaut langkah-langkah pembatasan. Otoritas Iran diketahui mulai melonggarkan pembatasan sejak April demi membuka kembali perekonomian di negara tersebut.

(nvc/rdp)
Info tentang Data HK