Beijing

Otoritas Beijing di China menyelenggarakan tes virus Corona (COVID-19) massal pada Minggu (14/6) waktu setempat, setelah muncul cluster penularan anyar di sebuah pasar makanan setempat. Kemunculan cluster baru ini memicu penerapan lockdown (penguncian) kembali di kira-kira area di ibu kota Beijing.

Seperti dilansir AFP , Senin (15/6/2020), pandemi Corona di China beberapa besar telah dikendalikan setelah pemberlakuan lockdown ketat. Namun kemunculan cluster anyar terkait pasar grosir makanan bernama Xinfadi di Beijing, memicu kecermatan baru dan meningkatkan potensi pemberlakuan kembali pembatasan.

Pada Senin (15/6) waktu setempat, Premi Kesehatan Nasional China (NCH) melaporkan 49 kasus baru dalam sehari. Dari jumlah itu, sekitar 36 kasus di antaranya muncul dalam Beijing. Total kasus virus Corona di China saat ini mencapai 83. 181 kasus, dengan 4. 634 kematian.

Sehari sebelumnya, atau dalam Minggu (14/6) waktu setempat, NHC melaporkan adanya 57 kasus terakhir. Sekitar 36 kasus di antaranya — jumlah yang sama bagaikan Senin (15/6) — muncul pada Beijing dengan semuanya terkait rekan Xinfadi.

Dengan adanya cluster baru ini, beberapa provinsi di China mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Beijing tengah waktu. Beberapa otoritas setempat selalu menyatakan bahwa orang-orang yang segar datang dari Beijing wajib melakukan karantina.

Di Beijing sendiri, lockdown kembali diberlakukan di sebagian kecil ibu kota China tersebut. Beberapa area yang sedang di-lockdown antara lain 11 kompleks permukiman yang terletak dekat pasar Xinfadi, yang menyalurkan sebagian luhur produk segar di Beijing.

Pada Minggu (14/6) periode setempat, otoritas setempat mengungkapkan jadwal melakukan tes Corona terhadap 46 ribu orang yang tinggal dalam area-area sekitar pasar Xinfadi. Setidaknya 24 tempat tes Corona telah dipersiapkan. Semua orang yang berlaku di pasar Xinfadi diwajibkan menjalani tes Corona.

Sejauh ini, ada 10. 881 karakter yang telah menjalani tes Corona di area tersebut. “Saya tahu pergi ke pasar Xinfadi oleh sebab itu saya ingin memastikan bahwa aku tidak terinfeksi, ” ucap seorang wanita setempat bermarga Guo (32) kepada AFP , saat dia mengantre tes Corona massal di stadion setempat.

“Kami diberitahu bahwa sesudah tes… jika hasilnya positif, kami akan dibawa langsung ke panti sakit, ” imbuhnya.

Sementara itu, area daging pada pasar Xinfadi ditutup pada Minggu (14/6) waktu setempat. Reporter AFP melaporkan ada ratusan polisi dan personel keamanan plus polisi paramiliter dengan berjaga di area yang diblokir. Upaya untuk melacak orang-orang yang pernah mengunjungi pasar itu tengah berlangsung. Perusahaan dan otoritas setempat menanyai staf dan warga sebab kota-kota lain soal pergerakan terbaru mereka.

(nvc/ita)