Moscow

Negeri Rusia menjatuhkan hukuman 15 hari penjara kepada wartawan sekalihus penggagas terkemuka Ilya Azar. Selain itu, beberapa wartawan pendukung Azar ditahan.

Dikutip dari AFP, Jumat (29/5/2020), vonis terhadap Azar dijatuhkan pada Kamis (28/5). Interpretasi Azar memicu kemarahan di jarang sekutu dan aktivis.

Azar, adalah seorang deputi kota dan jurnalis 35 tahun sebab surat kabar Novaya Gazeta. Dia berulang kali dipenjara karena menentang undang-undang protes.

Selain itu, delapan wartawan yang berkumpul untuk memilih markas besar polisi Moskow dalam simpati dengan Azar juga ditahan. Sebagian besar kemudian dibebaskan.

Polisi mengatakan para wartawan sudah ditahan karena melanggar larangan unjukrasa selama karantina di seluruh kota Moskow untuk memperlambat penyebaran virus corona.

Azar ditangkap minggu ini dalam sebuah presentasi yang mendukung aktivis Vladimir Vorontsov, yang telah bekerja untuk mengungkap pelanggaran dalam lembaga penegak adat Rusia.

Vorontsov, seorang mantan polisi, ditangkap pada pangkal Mei atas tuduhan pemerasan. Dia kemudian dituduh juga mendistribusikan pornografi secara ilegal

(aik/aik)