Washington DC

Kontroversi penanganan virus Corona (COVID-19) di Amerika Serikat (AS) memasuki episode baru. Presiden AS Donald Trump membalas kritik pedas yang dilontarkan pendahulunya, mantan Presiden AS Barack Obama.

Polemik tersebut bermula dari kritik pedas Obama terhadap cara Trump menangani wabah virus Corona di AS. Meniti rekaman percakapan yang bocor, Obama menyebut penanganan Trump terhadap pandemi sebagai ‘bencana kekacauan mutlak’.

Obama menilai kekacauan tersebut lantaran pola pikir picik pemerintahan saat ini. Dia mengatakan cermin pikir seperti keegoisan, rasis serta melihat orang lain sebagai tandingan sudah menguasai pemerintahan Trump.

“Itu merupakan bagian dari alasan mengapa respons terhadap krisis global ini (COVID-19) begitu lemah dan tidak tertib, ” kata Obama dalam rekaman percakapan bersama mantan anggota tadbir dan karyawannya yang tergabung dalam Obama Alumni Association, dilansir AFP, Minggu (10/5).

“Itu akan menjadi buruk bahkan dengan yang terbaik dari pemerintah. Itu benar-benar bencana yang sangat berantakan ketika pola pikir itu – tentang ‘apa untungnya bagi saya’ dan ‘masa bodoh dengan orang lain’ – ketika pola pikir itu dioperasionalkan dalam pemerintahan kita, ” lanjutnya.

Tak hanya sampai di situ, kritik Obama pun berlanjut. Pada pekan lalu, Sabtu (16/5), Obama balik mengkritik kinerja para pemimpin GANDAR dalam merespons wabah virus Corona. Namun, Obama tak secara istimewa menyebut Trump ataupun pejabat tertentu.