Jakarta

Para pengunjuk rasa yang marah membawa mayat menyerbu pabrik kimia di India pada hari Sabtu untuk menuntut penutupan fasilitas setelah kebocoran gas beracun yang menewaskan 12 orang hari sebelumnya.

Kecelakaan yang terjadi hari Kamis di kota pelabuhan industri Visakhapatnam melukai ratusan orang dan membuat banyak orang tak sadarkan diri ketika mereka mencoba melarikan diri dari daerah itu.

Pejabat pemerintah negara telah tiba untuk melakukan tur keselamatan pabrik, yang dimiliki oleh LG Chem Korea Selatan, ketika kerumunan sekitar 300 orang menerobos melewati polisi dan penjaga keamanan.

Beberapa membantu kereta usungan yang membawa tiga korban bencana, kaki mereka mencuat dari bawah penutup kanvas hitam yang jika tidak diselimuti mayat-mayat itu. Mereka meneriakkan slogan-slogan yang menuntut keadilan bagi orang mati dan penutupan pabrik sebelum mereka didorong kembali oleh keamanan.

Kerabat orang mati berdiri di dekatnya, banyak yang menangis, sementara yang lain lega kengerian kecelakaan mendadak itu.

“Saya melihat orang-orang membawa anak-anak mereka di pundak mereka mencari air. Mereka tidak bisa bergerak karena gas, saya pikir mereka sudah mati, ” kata seorang pria, dilansir dari AFP, Senin (11/5/2020).

Paling tidak tiga anak termasuk di antara yang tewas dan puluhan masih di rumah sakit. Kamis malam, zona evakuasi di sekitar pabrik itu melebar dan ratusan orang dipindahkan ke tempat yang aman setelah khawatir kebocoran baru. Beberapa sejak itu diizinkan untuk kembali.

Kepala polisi negara bagian Andhra Pradesh Gautam Sawang mengatakan situasi di fasilitas itu sekarang “terkendali”. Pihak berwenang telah memulai penyelidikan pembunuhan atas kebocoran tersebut dan pengadilan lingkungan India telah mendenda perusahaan tersebut senilai $ 6, 2 juta sebagai hukuman awal.

Polisi mencurigai kebocoran itu disebabkan oleh gas yang tersisa di sebuah tanker yang kepanasan. LG Chem mengkonfirmasi bahwa pabrik polystyrene tidak beroperasi pada saat kecelakaan, tetapi bersikeras ada staf pemeliharaan di fasilitas itu.

Bencana itu membangkitkan ingatan tentang kebocoran besar di sebuah pabrik gas di kota Bhopal, India, yang menewaskan sedikitnya 3. 500 orang pada tahun 1984.

(eva/eva)