Jakarta

Pemerintah Perancis memperpanjang darurat kesehatan yang diberlakukan untuk memerangi virus corona dalam dua bulan ke depan. Situasi ini memungkinkan untuk tetap menghalangi penyebaran virus corona.

Keputusan ini sudah disetujui sebab anggota parlemen, masa darurat mau berlangsung hingga 24 Juli, introduksi Menteri Kesehatan Olivier Veran mengucapkan pada konferensi pers.

Pemerintah telah mengumumkan pencabutan berantara beberapa tindakan penguncian sejak 11 Mei, termasuk pembukaan kembali madrasah dasar. Veran mengatakan, bagaimanapun, kalau untuk mengangkat darurat kesehatan, yang dimulai pada 24 Maret, pada saat yang sama akan menjadi dini dan membawa risiko kebangkitan pagebluk.

“Kami harus melakukan lari jarak jauh, ” kata Veran, dilansir dibanding AFP, Minggu (3/5/2020).

Sebagai bagian dari langkah-langkah yang direncanakan, Veran mengatakan siapa kendati yang memasuki Prancis harus tetap melakukan isolasi selama dua minggu. Ini juga berlaku bagi orang Prancis yang bepergian ke luar negeri dan yang ingin pulang.

Siapa pun yang datang dari luar negeri serta terinfeksi virus akan diwajibkan sebab hukum untuk dikarantina. Namun, karakter yang terinfeksi sudah di Prancis tidak akan dipaksa untuk menyambut isolasi dan perawatan. “Kami percaya rasa tanggung jawab orang Prancis”, kata Veran.

“Kita harus hidup dengan virus untuk sementara waktu, ” kata Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner setelah rapat kabinet Sabtu memutuskan sambungan.

“Belajar hidup dengan virus, itulah yang dipertaruhkan di dalam beberapa bulan mendatang, ” sambungnya.

Perancis adalah lengah satu negara Eropa yang paling terkena dampak oleh virus & daftar 24. 594 kematian lantaran 167. 346 kasus yang dikonfirmasi.

(eva/eva)