Jakarta semrawut

Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, telah keluar sebab ruang perawatan intensif (ICU) setelah tiga hari dirawat di kian karena gejala virus Corona dengan dialaminya memburuk. Sementara itu, Malaysia dan Italia sama-sama memperpanjang periode lockdown untuk membatasi penyebaran virus Corona.

PM Johnson yang positif virus Corona semenjak akhir Maret lalu dan sempat masuk ICU sejak Senin (6/4), telah kembali dirawat di bagian perawatan biasa. Dia disebut tahu berjalan-jalan singkat di kompleks rumah sakit tempatnya dirawat.

Sedangkan otoritas Malaysia baru saja mengumumkan perpanjangan lockdown hingga 28 April mendatang. PM Muhyiddin Yassin menyebut lockdown telah membantu mengurangi penyebaran virus Corona di negeri tersebut.

Senada dengan Malaysia, Italia serupa mengumumkan perpanjangan lockdown hingga 3 Mei mendatang. Lockdown tetap diperpanjang meski PM Giuseppe Conte memperoleh tekanan dari sektor bisnis yang ingin lockdown segera diakhiri.

Berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom pada hari ini:

– AS Laporkan 2. 108 Kematian dalam 24 Jam Kelanjutan Virus Corona

Amerika Serikat (AS) kembali mengecap rekor untuk jumlah kematian harian tertinggi di dunia akibat virus Corona (COVID-19). Lebih dari dua ribu orang meninggal dunia pada 24 jam terakhir di negeri ini.

Seperti dilansir AFP , Sabtu (11/4/2020), data penghitungan Coronavirus Resource Center pada Johns Hopkins University (JHU) melaporkan 2. 108 karakter meninggal dunia akibat virus Corona dalam 24 jam terakhir pada wilayah AS.

Disebutkan bahwa AS menjadi negara mula-mula dengan jumlah kematian hari diatas 2 ribu orang.

Jumlah total korban meninggal akibat virus Corona di wilayah AS kini mencapai 18. 586 karakter.

– Menegah Corona, Turki Terapkan Lockdown di 31 Kota Selama 48 Tanda

Otoritas Turki memerintahkan warganya untuk tetap di rumah setidaknya dalam 48 tanda ke depan, demi membatasi penyebaran virus Corona (COVID-19). Sedikitnya 31 kota, termasuk ibu kota Ankara dan kota Istanbul, berada di bawah lockdown selama dua keadaan.

Seperti dilansir Reuters & AFP , Sabtu (11/4/2020), Kementerian Dalam Negeri Turki mengumumkan bahwa perintah larangan keluar rumah ini berlaku mulai Jumat (10/4) tengah malam hingga Minggu (12/4) tengah malam waktu setempat.

Langkah ini memperketat pembatasan yang telah diberlakukan sebelumnya, yang memerintahkan warga dengan piawai di bawah 20 tahun serta di atas 65 tahun untuk tetap di dalam rumah. Pada bawah lockdown 48 jam, segenap warga di 31 kota tersebut diperintahkan tetap di rumah.